Rabu, 15 Juli 2015

shalat

Assalamu alaikum wr wb


Mungkin hampir semua dari sahabat muslim mengetahui bahwa sholat adalah rukun Islam yang kedua, yang perintah dari Allah Swt bagi kita semua. Tetapi apakah kita semata-mata sholat karena untuk menggugurkan kewajiban?


A. Perintah sholat sejak Nabi nabi sebelumnya :

Sholat adalah salah satu perintah Allah Swt kepada manusia, bukan hanya umat Rasulullah Saw, tetapi sudah sejak rasul-rasul sebelumnya.


Perintah kepada Nabi Ibrahim as, Surat Al Baqarah:

125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. (sholat)
Perintah kepada nabi Musa as, Surat Taahaa:

11. Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia dipanggil: “Hai Musa.

12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.

13. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.


Perintah kepada Nabi Isa A

30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.


Perintah kepada Nabi Muhammad Saw, surat Al Baqarah:

1.Alif Laam Miim.

2. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,


Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa perintah mendirikan shalat tidak hanya kepada Rasulullah Saw, tetapi sejak rasul-rasul sebelumnya, Saya belum akan mengupas perntah shalat dari Alkitab terdahulu, Injil dan Taurat. Insya Allah pada laman2 selanjutnya.

Namun, bagi umat non muslim yang belum yakin perintah shalat sudah ada sejak rasul sebelumnya, mengapa ada shalat 7 waktu bagi sebagian umat nasrani? mengapa ada sembahyang yang dilakukan umat Yahudi? Jika kita lihat seksama tatacara shalatnya, niscaya kita akan percaya bahwa perintah Allah telah ada sejak Nabi sebelumnya. Tata cara shalat yang disempurnakan adalah sejak Rasulullah Saw menerima Wahyu shalat setelah Isra Mi'raj.



B. Mengapa kita sholat?

Mengapa kita shalat? apakah hanya menggugurkan kewajiban? Ini sekaligus menjadi pengingat saya, jika suatu waktu shalat saya hanya menggugurkan kewajiban.

Seperti dijelaskan di ayat-ayat di atas, shalat adalah media untuk mengingat Allah Swt. Makna mengingat ini luas. Dengan mengingat keberadaan Allah Swt, maka kita senantiasa merasa diawasi 24 jam, makanya shalat yang benar itu akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar dan lebih utama dari ibadah yang lain. Allah Swt tidak butuh shalat kita, tetapi kitalah yang membutuhkannya.


Surat Al Ankabut:

45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah salat.  Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).  Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Jika shalat itu dengan kekhusyukan, maka kita yakin bahwa setiap detik Allah Maha mengawasi. Sebuah perusahaan akan beruntung jika memiliki karyawan yang khusyuk shalatnya. Karena bagaimana dia dapat melakukan kecurangan, padahal merasa diawasi oleh Allah Swt.

bagaimana jika ada pertanyaan, banyak yang shalat tapi masih korupsi?


Surat Al Baqarah:

45. Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.


Khusyuk itu berat memang, tapi saat khusyuk, maka insya Allah kita semua dapat menjadi orang yang berdedikasi. Bekerja dan beramal saleh dengan baik dan sungguh-sungguh walaupun tidak diawasi manusia, karena merasa diawasi oleh Allah Swt.


C. Manfaat shalat bagi kehidupan kita

Lebih lagi, mengingat Allah Swt  (shalat) merupakan penawar kita dari kesedihan, maupun keputus asaan agar hati kita selalu tentram:

Surat Ar Radu:

28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.


Mengapa kita tentram saat mengingat Allah, karena dalam shalat ada beberapa hal yang kita lakukan, di antaranya:

1. permohonan diberikan petunjuk jalan yang benar (dalam surat Al Fatihah), petunjuk dalam mengarungi kehidupan duniawi agar selamat dunia akhirat.

2. tasbih atau pujian dan perwujudan rasa syukur kepada Allah (ruku' dan sujud)

3. Doa-doa untuk kebaikan kita sendiri, kebaikan dunia akhirat (duduk di antara 2 sujud)

4. Penegasan keimanan (syahadat),


Kadang kita terburu-buru dalam shalat, namun ketika doa sangat panjang.Tahukah kita sebenarnya di dalam sholat itu ada doa yang sudah mencangkup kebaikan dunia dan akhirat, yaitu di Al Fatihah dan di duduk antara 2 sujud. Berikut ini adalah arti doa duduk antara 2 sujud:

ya Allah ampunilah aku, (Rabbighfirli)

sayangii aku, (warhamni)

tutuplah aib-aibku (wajburni)
angkatlah derajatku (warfa'ni)
berilah aku rezeki, (warzuqni)
berilah aku petunjuk, (wahdinni)

berikanlah kesehatan (wa'afini)

maafkanlah aku (wafu'ani)


Semua doa di atas untuk kita bukan?

Semoga kita dapat khusyuk dalam shalat kita, bukan hanya mengugurkan kewajiban. Bayangkan jika kita sedang berkomunikasi dengan Sang PEncipta, namun ottak melanglangbuana. Analoginya, kita diundang bertemu presiden, saat diajak berbicara, wajah dan pikiran kita tidak serius menghadapi presiden. Jika diundang bertemu presiden, mungkin kita langsung cari baju baru, belajar berbicara yang sangat baik, dan akan menyimak apa yang disampaikannya. Ketemu presiden saja seperti itu, apalagi bertemu dengan penciptanya presiden.


Ya Allah ingatkanlah kami, untuk senantiasa meningkatkan kualitas shalat kami. Aamiin YRA.


Wassalamu alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar